Dibaca ya...

Viral Warga Tolak Jenazah Pasien Corona Berujung Pemindahan Makam

58

Video warga mengerumuni sebuah ambulans viral di media sosial. Video yang salah satunya diunggah di akun Instagram @ndorobeii itu menuliskan keterangan yang menarasikan warga menolak pemakaman dua jenazah yang positif virus Corona (COVID-19).

Viral video warga hadang ambulans dan tolak pemakaman jenazah pasien Corona di Banyumas, Rabu (1/4/2020).
Viral video warga menghadang ambulans dan menolak pemakaman jenazah pasien Corona di Banyumas, Rabu (1/4/2020). (Foto: Tangkapan layar video di media sosial)

Seperti dilihat detikcom, Rabu (1/4/2020) pukul 16.39 WIB, akun Instagram @ndorobeii mengunggah tiga video dan satu foto.

Turut dituliskan caption:
Pemakaman 2 Jenazah yang positif corona dimakamkan di pekuncen kab banyumas tanpa seizin warga lalu ditolak warga, info karena bukan warga asli setempat
.
Berita Via whatsapp @neng_chabie25

Dalam video tersebut, tampak warga berkerumun dengan berteriak dan memukul kentongan mengiringi kedatangan ambulans berpelat merah bernopol H-9507-TG. Ambulans warna putih itu bertulisan ‘Pemerintah Provinsi Jawa Tengah RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto’.

Terlihat juga Bupati Banyumas Achmad Husein dan polisi memberi penjelasan kepada warga. Hingga berita ini ditulis, video itu telah mendapatkan 725 komentar dan 7.815 like.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Karyoto membenarkan peristiwa dalam video itu.

Karyoto menjelaskan alasan utama warga menolak pemakaman jenazah pada Selasa (31/3) kemarin itu. Karyoto menyebut warga dibohongi.

“Alasan penolakan, warga dibohongi oleh petugas. Kemarin Selasa (31/3) siang itu banyak kendaraan pelat merah kliweran (berseliweran) ke sana (lokasi), mencari temu, mencari posisi. Kami sama sekali tidak ada informasi dan pemberitahuan ke pemerintah desa,” jelasnya saat ditemui detikcom di kantornya, Rabu (1/4/2020).

“Tahu-tahu tadi malam itu listrik mati, apakah sengaja dimatikan atau tidak, kami tidak tahu yang jam 7 itu (19.00 WIB). Kemudian setelah itu datang dua ambulans dan enam mobil dinas lainnya,” sambungnya

Laman: 1 2 3

close