Dibaca ya...

Video UAS Semprot Dewan Kemakmuran Masjid Soal Hukum Ubah Lafaz Adzan Saat Wabah

127

– Perubahan lafaz adzan selama masa wabah Corona rupanya masih diributkan oleh sejumlah kalangan, tak terkecuali oleh para pengurus masjid.

Polemik tersebut salah satunya diketahui dari video yang diunggah di akun Instagram Ustaz Abdul Somad. Dalam video tersebut, Ustaz Somad mendapat pertanyaan dari salah satu jamaah yang mengikuti pengajiannya.

“Ustaz, apa hukum mengganti ‘hayya alassholaah’ ketika adzan, (dengan alaa) ‘shollu fir rihaal tikum’, karena ada DKM yang melarang mengganti kalimat itu,” demikian ustaz Somad mengawali videonya. 


Tanpa berpanjang lebar, Ustaz Somad langsung menyemprot anggota DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) yang dimaksud oleh si penanya. 

“Mungkin DKM itu belum mengaji,” ujar Somad, dengan dialek bicaranya yang khas.

Fungsi adzan, kata Somad, pada prinsip ada dua. Yang pertama untuk memberitahu tahu umat bahwa waktu salat telah tiba, dan yang kedua adalah ajakan untuk salat di masjid.

“Ketika terjadi wabah, maka fungsi yang kedua tidak berlaku,” jelasnya.

Karena itu, lafaz adzan saat wabah dianjurkan diubah menjadi “shollu fii rihaalikum” atau “shollu fii buyuutikum”.

“Salatlah kamu di rumah sajaaaa… Tak usah pakai bahasa Indonesia pula,” kata Somad sambil bercanda.

Somad menegaskan bahwa mengubah lafaz adzan dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk salat berjamaah di masjid adalah sunah hukumnya dan sudah dilakukan sejak zaman nabi. 

“Waktu itu (zaman nabi) tidak ada DKM ngamuk-ngamuk. DKM sekarang aja yang ngamuk. DKM tak mengaji. Pengurus masjid, iya, mengaji tidak. Gaya bukan main. Maju ke depan. Adapun sedekah masjid kita pada bulan ini adalah 200 juta. Itu bukan untuk dibangga-banggakan,” sindir Somad.

sumbr : indozonnws.com

close