Dibaca ya...

Pemerintah Tegaskan Tidak Manipulasi Data Corona

14

 Bacaikhtisar– Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa pemerintah tidak akan pernah memanipulasi data terkait covid-19. Data yang disajikan kepada publik dan diumumkan setiap hari, disebut transparan dari pengumpulan berjenjang.

“Pemerintah tidak berkepentingan dan tidak mendapatkan keuntungan apapun dengan memanipulasi data. Justru sebaliknya akan merugikan dan mengacaukan kerja keras yang selama ini kita bangun bersama,” kata Yurianto dalam telekonferensi yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Kamis (23/4).

Dia menjelaskan, data itu diambil berjenjang dari tingkat desa dan rumah sakit, lalu dinas kesehatan kabupaten/kota. Kemudian diakumulasikan oleh dinas kesehatan provinsi, hingga akhirnya sampai di tingkat nasional yakni Kementerian Kesehatan, yang juga bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dikatakan, kasus kematian yang dicatat karena covid-19 adalah yang terkonfirmasi positif hasil tes antigen Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR), yang sampelnya diambil sebelum kematian. Jika hasilnya negatif atau spesimen tak sempat diambil sebelum meninggal, tidak dicatat sebagai kasus meninggal karena covid-19.

Dalam kasus kematian pasien dalam pengawasan (PDP) yang hasil laboratoriumnya belum terkonfirmasi karena pemeriksaan sampelnya belum selesai, tata laksana pemakaman tetap dilakukan serupa dengan kasus positif. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penularan.

“Hal ini penting semata-mata dalam rangka melindungi petugas pemulasaran jenazah, melindungi keluarga, dan melindungi petugas pemakaman. Pemahaman ini perlu kita bangun bersama agar transparansi data bisa terwujud,” ujar Yurianto.

Dia menegaskan, pencatatan orang dalam pemantauan (ODP) dan PDP yang dihimpun dari setiap provinsi menjadi acuan pemerintah untuk mengambil keputusan. Misalnya untuk mendistribusikan alat pelindung diri (APD).

“Sebagai acuan data dalam distribusi reagen, dalam menentukan jumlah kebutuhan relawan, dan lain-lain. Namun, bukan bagian dari data pelaporan ke WHO untuk menggambarkan keadaan pandemi ini di tingkat nasional maupun global,” ungkapnya.

Diketahui bahwa sampai saat ini jumlah kasus covid-19 di Indonesia mencapai 7.775 orang. Kasus pasien sembuh sebanyak 960 orang, sedangkan kematian sebanyak 647 orang.

Laman: 1 2

close