Dibaca ya...

Nenek Penjual Keliling Tolak Bantuan di Tengah Wabah Covid-19

17

Meski kehilangan pendapatan akibat lockdown, dia tak mengeluh dan bahkan menolak bantuan.

– Pemerintah Malaysia memberlakukan lockdown atau dalam istilah setempat disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) sejak 18 Maret 2020, untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Akibat Lockdown ini, semua aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya dihentikan. Warga masyarakat diimbau untuk tetap tinggal di rumah. Mereka belajar atau bekerja dari rumah.

Sebagian warga masyarakat mungkin masih bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan mengambil uang dari tabungan.

Namun bagi sebagian lainnya, seperti nenek berusia 72 tahun dari Seremban ini, tinggal di rumah sama sekali bukan pilihan.

Penjual Makanan Ringan Keliling

Huang Lai Mei sering terlihat di jalanan Seremban, saat dia mendorong gerobaknya untuk berjualan makanan ringan demi mencari nafkah untuk dirinya sendiri.

Warga Malaysia yang fasih berbahasa Kanton ini terkenal ramah dan telah berjualan makanan ringan, selama puluhan tahun di Seremban.

Dia juga dikenal sangat mandiri. Huang tidak pernah meminta atau mengharapkan bantuan dari siapa pun. Dia ingin hidup dari uang hasil jerih payahnya sendiri.

Meski Susah di Tengah Wabah Covid-19

Huang bahkan tidak pernah berusaha untuk mendapatkan bantuan, baik uang atau sembako, dari dinas sosial setempat atau lembaga swadaya masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Bahkan di tengah wabah Covid-19 dan lockdown yang membuatnya kehilangan pendapatan, Huang tetap menolak setiap bantuan makanan yang diberikan kepadanya.

Laman: 1 2

close