Dibaca ya...

Marsudi dan Lantunan Ayat Alquran dari Becak Kopi

9

Marsudi kini bisa mencari nafkah dengan berdagang kopi dan memperdengarkan lantunan ayat Alquran.

Menjadi pengayuh becak kini tak punya ruang di Ibu Kota. Akibatnya, para pengayuh becak terpaksa menyingkir ke kota tetangga.

Demikian halnya dengan Marsudi, perantau asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang sudah lama menjadi pengayuh becak di Slipi, Jakarta Barat. Dia pindah ke Larangan, Kota Tangerang sejak becaknya rusak.

Becak tersebut menjadi alat utama bagi Marsudi mencari nafkah. Di usianya yang sudah 50 tahun, dia masih harus menghidupi keluarganya ditambah bayar sewa rumah.

Ketika becaknya masih bagus, Marsudi memiliki pendapatan sekitar Rp50 ribu setiap harinya. Jumlah itu belum bisa menutupi seluruh kebutuhan keluarganya.

Saat becak Marsudi rusak, dia kehilangan mata pencaharian. Sementara dia masih harus memenuhi kewajiban kepada keluarganya.

Kondisi Marsudi ternyata diketahui PPPA Daarul Quran. Lewat program pemberdayaan ekonomi, Daarul Quran membantu memperbaiki becak Marsudi.

Desain Baru Becak Marsudi

Becak itu didesain tidak lagi untuk memuat penumpang. Bagian depannya terdapat etalase sehingga bisa dimanfaatkan Marsudi untuk berdagang kopi keliling.

Selain itu, becak itu dilengkapi pengeras suara yang selalu memutar rekaman Murattal Alquran. Sehingga, setiap kali berkeliling jualan kopi, Marsudi juga mengajak banyak orang untuk membaca Alquran.

Laman: 1 2

Source sumbr
close