Dibaca ya...

Mahfud: Hindari COVID-19 Lebih Penting daripada Raih Pahala yang Sifatnya Sunah

498
PTR, Menko Polhukam Mahfud MD

Menkopolhukam Mahfud MD mengimbau umat Islam untuk tetap menaati kebijakan physical distancing saat menjalani ibadah Ramadhan karena adanya pandemi virus corona. Menurutnya, saat ini menghindari penyakit COVID-19 adalah suatu kewajiban dan bisa mengganti ibadah Tarawih berjamaah di masjid dengan di rumah.

“Sekarang berpuasa, salat Tarawih adalah ajaran yang substansi di dalam Islam, oleh sebab itu tetap puasa wajib, Tarawih ya tetap sunah, yang cuma pelaksanaannya itu kalau dulu dianjurkan bersama seperti buka bersama, tarawih bersama, kalau sekarang karena kebijakan physical distancing ikuti pemerintah demi keselamatan bersama,” jelas Mahfud MD saat live streaming bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Sabtu (25/4).

“Dalil, menjauhi atau mengindari masalah penyakit COVID-19 itu lebih penting daripada meraih pahala yang sifatnya sunah, menghindari lebih penting,” imbuhnya.

Salat tarawih tanpa physical distancing
Umat Islam melaksanakan ibadah shalat Tarawih malam pertama tanpa pembatasan jarak di Masjid Islamic, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (23/4). Foto: ANTARA FOTO/Rahmad

Mahfud menjelaskan dalam agama juga diajarkan mengenai upaya menyelamatkan kehidupan sesama manusia, sehingga karena adanya pandemi virus corona, maka substansi ibadah di Ramadhan bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada

“Di dalam agama selain melaksanakan yang sifatnya ritual langsung kepada Allah dan juga yang sifatnya sosial menjaga harmoni dan saling menyelamatkan sesama manusia. Saling menyelamatkan itu ya antara lain diatur pemerintah, maka sekarang mari kita beribadah dengan tanpa meninggalkan subtansi ibadahnya, tapi soal ritual kemasyarakatannya bahwa harus bersama berkumpul sekarang berpisah dulu, krn sekarang begitu aturan yang dianut,” jelasnya.

Mahfud MD

Mahfud pun meminta pengertian seluruh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat terkait kondisi ini. Bahwa melawan penyakit hukum haramnya dan bisa melakukan ibadah sunah dengan cara yang lain, seperti salat Tarawih di rumah.

“Mohon beri pengertian bahwa Tarawih ditiadakan karena sifatnya sunah sedangkan menghindari penyakit itu sifatnya wajib, haram kalau kita melawan penyakit, yang sudah secara jelas cara bekerja penyakit seperti itu kok masih didatangi, itu (Tarawih) hanya keperluan yang sunah,” terangnya,

“Jadi yang haram itu harus dihindari terlebih dulu, hindari yang membahayakan itu daripada engkau mau meraih pahala yang sifatnya sunah padahal yang sifatnya sunah bsa dilakukan dengan cara2 lain dikompensasi dengan cara-cari lain,” pungkasnya.

sumbr : kumvaran.com

close