Dibaca ya...

Kisah Tragis Minah (87) Bertahan Hidup Dari Beras yang Tercecer di Pasar Cipinang

141

Seperti biasanya, pada siang hari aktivitas para kuli angkut di Pasar Induk Beras Cipinang begitu padat.

Belum lama beristirahat dan menyeka keringat, para kuli angkut harus kembali bekerja ketika truk-truk besar pengangkut beras dari berbagai daerah di Jawa kembali datang.

Di sudut lain, puluhan perempuan mulai berkumpul. Mereka terus memandangi aktivitas para kuli angkut, sambil menantikan proses pengakutan beras dari bak truk ke dalam gudang-gudang beras di sana selesai

Perempuan-perempuan itu adalah pengumpul beras yang tercecer.

Mereka menggantungkan hidupnya dari butir-butir beras para juragan yang jatuh ke tanah.

Sapu lidi dan lempengan besi sudah siap di tangan. Begitu proses pengangkutan selesai, mereka membagi diri menjadi beberapa kelompok, menuju ke beberapa tempat di mana banyak beras tercecer.

Di tengah terik menyengat, dengan gigih mereka menyapu beras-beras yang sudah bercampur dengan debu.

Beras yang kotor itu lalu mereka bersihkan, dipisahkan dengan debu.

Setelah bersih, mereka masukkan beras ke dalam kantong plastik yang sebelumnya mereka selipkan di bagian tubuh mereka.

Laman: 1 2 3

close