Dibaca ya...

Kisah Pilu Kakak-Adik Yatim Bertahan Hidup dengan 15 Kentang

57

Ayahnya meninggal pada 2011, sementara ibunya menyusul pada Juli lalu dan hanya meninggalkan 15 buah kentang.

– Kisah sepasang kakak beradik di Yunxi, Hubei, Cina, Zhang Ronghai, 16 tahun, dan Guangxin, 9 tahun, membuat pilu netizen. Mereka saling menguatkan dan berjuang untuk bertahan hidup usai kedua orangtuanya meninggal.

Ronghai ingat saat berusia 3 tahun, ayahnya mengajak dia dan ibunya pindah ke kota Lingbao untuk bekerja di sebuah pabrik. Ayahnya bekerja sebagai penambang, sementara ibunya memasak untuk semua pekerja di sana. Ketiganya tinggal di gudang temporal.

” Saya ingat bagaimana wajah ayah selalu tertutup lumpur dan hidungnya dipenuhi batu kerikil saat pulang ke rumah,” kata Ronghai.

” Pada 2007, saat saya kelas 1 SD, adik saya lahir di gudang,” lanjut dia.

Saat Ayah Meninggal

Bekerja di pertambangan lebih dari 10 tahun, ayah Ronghai mulai berjuang melawan sakit paru-paru. Penyakit ini menyedot tabungan dan keluarga itu terjerat utang.

Suatu hari saat perayaan Festival Musim Semi 2011, ayah Ronghai meninggal di usia 34 tahun. Sedih ditinggal suaminya, ibunya menangis semalaman.

” Enam bulan setelah ayah meninggal, ibu menikah dengan ayah tiri saya bernama Chen dari desa tetangga,” kata Ronghai.

” Saya tidak suka bicara banyak usai ayah meninggal. Saya panggil dia paman karena saya tidak bisa sepenuhnya menerima dia. Tapi, adik saya memanggil dia ayah, dan dia mengubah nama keluarga menjadi Chen,” tutur Ronghai.

Laman: 1 2

close