Dibaca ya...

Kisah Inah dan 3 Anaknya di Cirebon, Makan Nasi Basi sampai Menanti Hujan untuk Mandi

38

Bacaikhtisar Cirebon – Inah (33) dan tiga anaknya hanya mengandalkan bantuan dan belas kasih dari lingkungannya untuk terus bertahan hidup. Mereka adalah salah satu warga miskin Kota Cirebon yang kurang mendapat perhatian pemerintah.

Inah adalah warga kampung Pesantren RT 02 RW 02 Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Kondisi rumah sepetak tidak layak huni.

Inah bersama tiga anak dan ibu kandungnya selama lebih dari lima tahun tinggal di rumah berukuran 4×3 meter. Kondisinya sangat memprihatinkan, tanpa listrik, kamar mandi, hingga beralaskan tanah.

Bahkan, untuk mandi saja, Inah dan keluarganya mengandalkan air hujan. Jika tidak ada hujan, mereka tidak mandi sampai berhari-hari.

Kondisi Inah dan dua anaknya memiliki keterbelakangan mental. Dua dari tiga anak yang tinggal bersamanya memiliki keterbatasan komunikasi.

Selama bertahun-tahun Inah ditinggal pergi oleh suami. Dari informasi yang didapat, Inah dan keluarganya tak memiliki pekerjaan.

Apapun yang diberikan tetangga, Inah dan keluarga selalu menerima dengan senang hati. Tak jarang keluarga tersebut rela memakan sisa nasi bekas bahkan basi hanya untuk mengganjal perut.

“Ya selama ini hanya orang yang peduli saja. Bahkan sampai bantu urus KTP dan KK” kata salah seorang tetangga Nini Rusnaeni, Selasa (21/4/2020).

Nini mengaku, keterbatasan hingga kondisi keluarga Inah yang serba kekurangan menjadi alasan kuat untuk segera dapat bantuan baik dari Pemda Kota Cirebon maupun Pemprov Jabar dan pusat.

Laman: 1 2 3

close