Dibaca ya...

Kisah Haru Mbah Sum sang Penjual Nasi Kucing Keliling, Tetap Harus Bekerja Meski Usia Telah Senja

23

Perjuangan tidak kendur meski tak lagi didukung umur.

Bacaikhtisar Idealnya, seseorang hanya tinggal beristirahat dan menikmati hidup saat menginjak usia senja. Meski begitu, beberapa orang dipaksa oleh keadaan untuk tetap berjuang, tidak peduli berapa pun usianya sekarang.

Hal itulah yang dialami oleh Mbah Suminah, seorang pedagang keliling yang biasa berjualan di sekitaran Jakarta Timur.

Pengguna Twitter bernama Rahma yang pertama kali mengabarkan tentang keberadaan Mbah Suminah. Lewat akun @rizkirahma96, ia membagikan potret dan video pendek tentang kehidupan Mbah Suminah.

Mbah Sum, panggilan akrabnya, saat ini sudah berusia 80 tahun. Di usia tersebut, wajarnya seseorang sudah tinggal istirahat saja di rumah, tapi Mbah Sum dituntut untuk tetap bekerja demi membiayai diri.

Mbah Sum biasa berjualan dengan membawa gendongan keranjang seperti penjual jamu. Di dalam keranjang tersebut ia menjual nasi kucing, mie, dan tempe bacem yang harganya berkisar 2-3 ribu rupiah saja.

Selain berjualan makanan tersebut setiap pagi, Mbah Sum juga menawarkan jasa pijat untuk tambahan pemasukan.2 dari 3 halaman

Semua itu dilakukan oleh Mbah Sum karena dirinya hidup sebatang kara dan harus menanggung biaya sewa kontrakan senilai 700 ribu yang harus dibayarkan di tanggal 2 setiap bulannya.

Berdasarkan video yang diunggah oleh Rahma, tempat Mbah Sum mengontrak terlihat jauh dari kata nyaman dan layak. Meski begitu, mungkin bagi Mbah Sum mempunyai tempat untuk berteduh dan istirahat saja sudah cukup.

Laman: 1 2

close