Dibaca ya...

Kisah Haru Dokter Jiwa Obati Wanita yang Dikurung 15 Tahun di Kandang Bambu

36

Bacaikhtisar Praktik pemasungan dan sejenisnya perlahan berkurang jauh seturut munculnya kesadaran masyarakat. Namun, berkurang bukan berarti tidak ada sama sekali.

Tentu saja, alasan pemasungan bermacam rupa. Ada yang demi keamanan, ada pula yang takut kehilangan. Dengan alasan-alasan itu lah, praktik ini tetap ada meski pemerintah telah begitu getol memerangi praktik pemasungan.

Di Banjarnegara, Jawa Tengah misalnya. Seorang penderita gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, dikurung di kerangkeng bambu di dalam rumah.

Fakta ini ditemui, ketika Dokter kesehatan jiwa Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, dr Seno Bayu Aji Sp KJ blusukan ke sejumlah desa. Dr Seno blusukan lantaran pasiennya mesti tetap tinggal di rumah demi menghindari penularan di masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam ‘blusukan’ kali ini sedikitnya ada enam pasien gangguna jiwa yang didatangi. Di Desa Singamerta Kecamatan Sigaluh ada lima pasien dengan gangguan jiwa dengan berbagai kondisi. Dari lima pasien itu, satu di antaranya dikurung.

Nama pasien tersebut adalah BM. Dia menempati sebuah rumah sederhana bertembok bata tanpa plester. BM menempati ruangan antara kamar mandi dan dapur rumah milik anaknya, Nur Hasanah (27).

Di tempat itu, kerangkeng bambu dibikin. Bentuknya mirip kandang dan hanya seluas 1,5 x 2 meter.

Alas berupa tanah. Di dalamnya hanya ada bangku memanjang untuk duduk dan berbaring. di tempat ini lah, wanita ini dikerangkeng.

Kesehariannya BM tak mau mengenakan baju, dan selalu meracau. Masih beruntung, BM masih bisa berinteraksi dengan orang lain.

Laman: 1 2 3

close