Dibaca ya...

Kisah Ayu, Siswi Yatim di Karanganyar Yang Rela Jualan Cilok Demi Bisa Sekolah dan Menghidupi Adiknya..

14

 Tangan Ida Ayu Riski Susilowati (18) terlihat  begitu cekatan ketika melayani pembeli cilok buatannya sendiri, Selasa. Ayu tidak merasa canggung dan malu, meskipun yang dilayaninya adalah teman-temannya sendiri di SMK Bhakti Karya Karanganyar.

Saat disambangi di jam istirahat di sekolahnya, siswi berhijab itu menuturkan sudah berjualan cilok yang merupakan panganan khas Jawa Barat ini, sejak setahun lalu. Hal itu dilakukannya untuk biaya sekolah dan biaya hidup sehari-hari bersama sang adik.

Aktivitas sekolah sambil jualan itu juga untuk menyambung kebutuhan dan biaya sekolah mengingat statusnya sebagai amak yatim.

Selama ini,  ia tinggal bersama dengan adiknya Sudrajat Ariayat Moko Saputra. Keduanya menempati rumah peninggalan orang tuanya di Kebonagung RT 6/6, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganya.

Ibunya, Tumiyati (52) bekerja di Bekasi dan ayahnya, Sukirno, sudah meninggal sekitar dua tahun silam.

Ayu merupakan anak ketujuh dari 10 bersaudara. Beberapa kakaknya sudah mempunyai tempat sendiri.

Sehingga, tidak tinggal satu rumah dengannya. Ayu menceritakan, niat untuk berjualan cilok berawal dari keinginnannya untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Dengan modal pinjaman Rp 150.000 serta sepeda yang juga pinjaman dari saudaranya, ia mulai berjualan cilok.

Modal awalnya pinjaman, sepeda juga pinjaman. Alhamdulillah, pinjaman sudah lunas,” ujarnya, Selasa (23/10/2018).

Ayu menuturkan aktivitasnya dengan cilok ia mulai ketika pulang sekolah. Setiap pulang sekolah Ayu  membeli bahan-bahan untuk membuat cilok.

Laman: 1 2

Source sumber
close