Dibaca ya...

Kalau Sayang Keluarga, Jangan Mudik Please!

13

Pemerintah mulai merumuskan kebijakan bertajuk ‘Tidak Mudik, Tidak Piknik Lebaran 2020’ terkait pencegahan penularan Covid-19. Kebijakan tersebut tengah digodok dalam sejumlah rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kita harus hitung berbagai skenario untuk memastikan keselamatan masyarakat,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis yang dikutip CNBC Indonesia, Kamis (26/3/20).

Ia mengatakan, kebijakan ‘Tidak Mudik, Tidak Piknik Lebaran 2020’ adalah ikhtiar dalam memutus mata rantai penularan wabah corona. Dia menegaskan, harus mempertimbangkan berbagai skenario, semua demi keselamatan dan keamanan bagi para pemudik dan juga untuk seluruh masyarakat.

“Segala kebijakan ini nantinya menunggu keputusan dari Ratas Kabinet yang akan dipimpin Bapak Presiden. Kami berharap nantinya kebijakan ini yang terbaik bagi kita semua,” ujar Luhut.

Kendati demikian, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengakui sudah banyak masyarakat yang mudik. Pengakuan itu disampaikan Budi dalam telekonferensi video, Jumat (27/3/2020).

“Penumpang bus, kami amati di tanggal 20, 21 ,22, dan 23 Maret ada terjadi peningkatan di terminal-terminal, tapi nggak semua terminal. Saya lihat di Wonogiri, Purwokerto, Solo , da beberapa tempat lain,” katanya.

Oleh karena itu, Budi meminta pemerintah daerah untuk menerjunkan tim kesehatan untuk memeriksa para pendatang. Dengan tujuan untuk dicek kesehatannya. Bahkan seharusnya, orang dalam pemantauan (ODP) dari zona merah, harus melakukan isolasi diri selama 14 hari.

Staf khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati juga menegaskan terkait larangan mudik yang kemungkinan bakal diambil pemerintah.

“Alasannya perluasan wabah luar biasa, kita belum larang tapi sudah mulai curi start untuk mudik. Data dari Kabupaten Sumedang ODP meningkat karena limpahan mudik di Jabodetabek, gitu juga Jateng. Ini belum puncak. Kalau nggak ada larang law-enforcement dikhawatirkan bakal menambah zona merah di tujuan mudik,” ujar Adita dalam kesempatan sama.

Laman: 1 2

Source sumbr
close