Dibaca ya...

“Kalau Saya keluar, Mau ke Mana, Istri diambil orang, Mending di Sini, Banyak Teman”

1.877

Bacaikhtisar – Ambo, narapidana kasus narkotika di Rutan Klas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, menolak hak asimilasi program Kemenkuham.

Alasannya, dirinya tak lagi punya rumah dan sanak saudara jika harus bebas dari penjara.

“Kalau saya keluar, mau ke mana. Mending di sini, sudah banyak teman,” kata Ambo kepada wartawan di Samarinda, Sabtu (11/4/2020) saat ditemui di Rutan Sempaja.

Dirinya lalu menceritakan, di kampung halamannya di Parepare, Sulawesi Selatan, dirinya hanya memiliki seorang anak. Istri pun tak sudah menikah lagi dengan orang lain.

“Orangtua sudah meninggal. Istri diambil orang (cerai). Saya bagus di sini saja (Rutan). Banyak teman,” tutur dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, dia tak bisa menemui anak semata wayangnya karena wabah corona.

Kegiatan di rutan

Ilustrasi tahanan
Thinkstockphotos Ilustrasi tahanan

Seperti diketahi, Ambo divonis empat tahun enam bulan penjara pada akhir 2017 lalu. Kini dia sudah dijalani masa tahanan dua tahun enam bulan.

Selama itu, dia mengaku betah selama menjalani kehidupan di dalam rutan.

Selain berolahraga, Ambo sering membantu mengangkat makanan dari keluarga pembesuk. Dari situ kadang dirinya mendapat makanan.

Laman: 1 2

close