Dibaca ya...

Jubir COVID-19 Menyakiti Hati Rakyat Kecil; Orang Miskin Tularkan Penyakit Ke Orang Kaya

290

Bacaikhtisar– Pernyataan Juru Bicara pemerintah untuk Covid 19 Achmad Yurianto yang menyatakan, orang miskin menularkan penyakit Corona kepada orang kaya. Pernyataan ini menyakiti hati rakyat kecil yang seharusnya dibantu. 

Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengatakan, Presiden Joko widodo (Jokowi) harus segera mengevakuasi Achmad Yutianto, karena di tengah kesulitan masyarakat menghadapi wabah virus Corona, Yuri tidak menunjukkan rasa empatik kepada masyarakat. 

“Seolah-olah Covid 19 ditularkan dari orang miskin, ini jelas penyesatan publik. Yuri harus segera minta maaf ke publik dan mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral,” ujar Jajang Nurjaman kepada Harian Terbit, Minggu (29/3/2020).

Jajang menilai, Yuri membedakan masyarakat antara miskin dan kaya jelas menunjukkan tidak paham tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai jubir yang harus menyampaikan informasi yang jelas, lugas dan sesuai porsi kebutuhan. 

“Terbukti sampai sekarang dia (Yuri) belum minta maaf ke publik khususnya masyarakat miskin. Sekali lagi Achmad Yurianto harus mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral,” tandasnya.

Ssementara itu, Koordinator Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (ALASKA) Adri Zulpianto mengatakan, dalam situasi darurat, mestinya masyarakat didorong untuk bersatu dan meniadakan perkataan si kaya maupun si miskin dalam pikiran semua pejabat yang berperan di depan masyarakat, terlebih sebagai jubir, yang seharusnya mampu memilih dan memilah kata yang mana mampu membuat keadaan tenang, bukan malah membuat kondisi semakin panas. 

“Sejak kondisi darurat diputuskan oleh pemerintah, masyarakat semua dalam kondisi yang sama, khawatir, keadaan ekonomi yang tidak jelas,” ujar Adri Zulpianto kepada Harian Terbit, Minggu (29/3/2020).

Menurutnya,  perkataan yang menunjukkan bahwa si kaya melindungi yang miskin, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak tertular, ini sangat tidak etis!! Sangat merendahkan, dan tidak mengandung unsur-unsur menyatukan,” tegasnya.

Adri menilai, perkataan Jubir Covid, Achmad Yurianto adalah menuduh, mencemarkan, dan membuat was was serta mengancam keadaan sosial semakin parah. Padahal saat ini situasi semakin sulit. 

Laman: 1 2

close