Dibaca ya...

Jaksa KPK Ungkap WA Hasto dengan Kader PDIP soal ‘DP Penghijauan’

17

Bacaikhtisar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan suap terhadap eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Ia bersaksi melalui teleconference untuk terdakwa kader PDIP, Saeful Bahri.

Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum KPK mengungkap adanya pesan WhatsApp (WA) antara Hasto dengan Saeful tanggal 16 Desember 2019. Dalam pesan tersebut, Hasto menyebut kata ‘DP Penghijauan’.

Pesan itu dikirim sehari sebelum eks caleg PDIP, Harun Masiku, memberikan uang Rp 400 juta kepada Saeful. Uang tersebut ditujukan bagi Wahyu Setiawan agar Harun Masiku lolos sebagai anggota DPR menggantikan Riezky Aprilia melalui PAW.

“Ini ada di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Apakah saudara pernah berkomunikasi via WA dengan terdakwa (Saeful) 16 Desember 2019 ada kata-kata dari saudara ‘tadi ada 600 yang 200 dipakai untuk DP penghijauan dulu’, benar tidak?” tanya jaksa KPK dalam sidang teleconference yang digelar Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/4).

“Benar sekali,” jawab Hasto.

Hasto Kristiyanto di KPK
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK, Rabu (26/2).

Hasto kemudian menjelaskan maksud ‘DP Penghijauan’. Hasto menyatakan, maksud kata-kata itu yakni mengenai anggaran untuk acara penghijauan dalam rangka merayakan HUT PDIP pada 10 Januari 2020.

Adapun berdasarkan sejumlah pemberitaan, acara penananam pohon serentak yang dilakukan kader PDIP digelar pada 2 Februari 2020.

“Saat itu Saeful datang ke saya dan partai merencanakan ultah partai pada 10 Januari 2020, di mana tanggal 10 Januari bertepatan dengan hari menanam pohon se-Dunia.

Partai merencanakan penghijauan serentak, gerakan mencintai bumi, termasuk kami juga keluarkan instruksi secara resmi kepada seluruh jajaran partai untuk menjalankan penghijauan di kantor-kantor partai,” kata Hasto.

Laman: 1 2 3

close