Dibaca ya...

Eks Napi Rusak Warung Usai Bebas Asimilasi, Kemenkum HAM: Harusnya di Rumah

287

Bacaikhtisar Kementerian Hukum dan HAM menyayangkan aksi kejahatan seorang pria mabuk di Depok, Jawa Barat yang mengamuk dan merusak warung seusai bebas dari penjara. Padahal selama program asimilasi rumah, para narapidana tidak boleh berkeliaran kemana-mana.

“Jika itu benar, kami sangat menyayangkan sekali,” kata Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama pada Unit Sekretariat Jenderal Kemenkumham, Bambang Wiyono, saat dihubungi, Kamis (9/4/2020)

Bambang menyebut selama di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) para napi telah diberi bekal ketrampilan seperti perbengkelan, perikanan, dan perkebunan. Selain itu, kata dia, para napi juga ditanamkan nilai-nilai spiritual agar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Sehingga diharapkan tidak melakukan tindak pidana lagi, ketika mereka pulang selama wabah COVID diminta untuk tetap di rumah dan tidak berkeliaran kemana-mana,” katanya.

Selain itu, Bambang menuturkan selama dalam asimilasi para napi tersebut tetap dalam pengawasan. Menurutnya, mereka tetap harus wajib lapor.

“Jika yang bersangkutan mengulang tindak pidana lagi perlu langkah hukum, dan perlu sanksi hukum yang lebih berat apalagi yang bersangkutan sebagai residivis,” katanya.

Seorang pria bernama Jame harus berurusan kembali dengan polisi karena mengamuk di sebuah warung di Cipayung, Depok. Padahal, Jame baru saja bebas dari penjara.

“Infonya baru keluar dari lapas 2 hari yang lalu karena kasus penyalahgunaan narkotika,” kata Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (9/4/2020).

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4) malam. Saat itu Jame mendatangi warung yang ada di sebelah korban di Ratujaya, CIpayung, Depok.

sumber :detiknews.com

close