Dibaca ya...

Di Yogya, Warga Ramai Ramai Lockdown Kampungnya Sendiri

7

Sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19, sejumlah kampung di Kabupaten Sleman, Yogyakarta menerapkan ‘lockdown’ sendiri. Hal ini dilakukan karena warga setempat tidak ingin ada orang keluar masuk kampung.

Langkah itu pun mendapat apresiasi dari Bupati Sleman, Sri Purnomo. “Bagus, artinya dusun itu membuat kesepakatan supaya warga tidak keluar masuk karena masyarakat lebih tahu situasinya,” kata Sri, Jumat (27/3/2020).

Masyarakat Sleman, menurut Sri, sudah paham dengan kondisi pandemi virus Corona saat ini. Masyarakat sudah berhati-hati terhadap pendatang agar mencegah penyebaran Corona di wilayahnya.

“Saya pikir ini suatu hal yang bagus, masyarakat sudah paham dan mulai hati-hati terhadap pendatang. Artinya, sadar untuk mencegah virus Corona di daerahnya ,” katanya

Sebelumnya, pemerintah pusat memang belum mengeluarkan kebijakan untuk lockdown di tengah pandemi Corona atau COVID-19. Namun, dusun-dusun yang ada di Kabupaten Sleman justru sudah menerapkan ‘lockdown’ untuk mencegah penyebaran virus Corona.

‘Lockdown’ yang dilakukan oleh dusun-dusun tersebut seperti yang dilakukan di sejumlah negara seperti di Thailand, Italia atau Spanyol. Warga di dusun-dusun ini masih tetap bisa keluar masuk dusun hanya saja harus melalui prosedur keamanan yang sudah diterapkan oleh masing-masing dusun.

Salah satu dusun yang menerapkan pembatasan akses keluar masuk ini yakni Dusun Randu, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. Akses jalan yang ada di dua RT yakni RT 01 dan RT 02 Dusun Randu oleh warga ditutup dan diberi tulisan ‘lockdown’.

“Tulisan itu dibuat secara spontanitas oleh warga RT 01 dan RT 02 dan sudah disepakati oleh kedua RT di Dusun Randu, Hargobinangun ini,” kata Ketua RT 01 Dusun Randu, Wantoro saat ditemui di dusun tersebut, Jumat (27/3/2020).

Source smbr
close