Dibaca ya...

Di Kasir Ini Sang Istri Menangis Ditinggal Suami yang Tak Bayar Belanjaannya

50

Sudah semestinya, suami maupun istri bisa saling melengkapi dalam menjalani hubungan rumah tangga. Keduanya harus saling bekerja sama tanpa memandang siapa pendidikannya yang lebih tinggi maupun siapa yang memiliki penghasilan lebih tingga. Keduanya harus saling menghargai satu sama lain.

Namun, baru-baru ini seorang pengguna Facebook bernama Khairul Hakimin Muhammad menceritakan sebuah kejadian yang menggambarkan sosok suami otoriter alias sewenang-wenang. Tindakan seorang suami kepada istrinya ia saksikan sendiri di depan mata, juga di depan pasang mata banyak orang.

Dalam sebuah cerita yang diunggah pada Minggu (16/2), pemilik akun tersebut kejadian itu disaksikannya saat berada di sebuah hypermarket di Malaysia. Kisah itu bermula saat ia melihat pasangan suami-istri yang hendak belanja kebutuhan harian. Mereka juga turut membawa anaknya yang berusia sekitar 5-6 tahun dan bayinya.

Setelah mengambil berbagai belanjaan dan memasukkannya ke dalam troli, mereka pun mengantre pembayaran ke kasir. Namun, saat dalam antrean itu, sang istri tampaknya lupa mengambil beberapa bahan makanan. Ia pun berniat mengambilnya dan menitipkan sebentar bayi yang digendong kepada suami.

Namun, niat sang istri tersebut membuat suaminya justru marah-marah. Dengan nada yang cukup tinggi ia mengatakan bahwa dirinya sudah bekerja sangat keras untuk kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, ia merasa bukan bagiannya untuk mengurus anak juga.

“Aku bekerja sangat keras dan memberimu uang. Apa aku harus mengurus anak-anak juga?” kata sang suami, seperti dikutip dari unggahan Khairul Hakimin Muhammad.

Namun, pada akhirnya sang suami tetap bersedia menjaga bayinya meski dengan sambutan sedikit kasar saat menerimanya. Sang istri pun bergegas mengambil barang dan segera kembali. Hanya saja, saat kembali suaminya pun kembali mengomel.

“Puas? Cuma gendong anak, terus bisa mengambil banyak barang yang kamu sukai,” kata sang suami.

Mendengar hal itu, sang istri pun menjawab bahwa tidak ada satu pun barang untuk kebutuhan pribadinya. Semua barang yang diambil adalah untuk kebutuhan rumah.

Laman: 1 2

Source sumber
close