Dibaca ya...

China kirim Muslim Uighur untuk “kerja paksa” di Pabrik Pemasok Barang Bermerek Terkenal

64

Puluhan ribu etnis Muslim Uighur dikirim untuk melakukan “kerja paksa” di pabrik-pabrik di seluruh Cina yang memasok 83 merek terkenal di seluruh dunia, ungkap sebuah lembaga think tank Australia dalam sebuah laporan yang dirilis pada Ahad (1/3/2020).

Laporan Institut Strategi Strategis Australia (ASPI), yang mengutip dokumen pemerintah dan laporan media lokal, mengidentifikasi 27 pabrik yang berada di sembilan provinsi di Cina menjadi tempat “kerja paksa” bagi 80.000 Muslim Uighur dari wilayah barat Xinjiang.

“Di bawah tekanan yang begitu kuat, Muslim Uighur dipaksa untuk bekerja di pabrik-pabrik yang memasok setidaknya 83 merek terkenal di dunia, baik di sektor teknologi, pakaian dan otomotif, seperti Apple, BMW, Gap, Huawei, Nike, Samsung , Sony dan Volkswagen, dan lainnya,” kata lembaga think tank tersebut dalam pengantar laporannya.

Laporan ASPI mengatakan pemindahan tenaga kerja merupakan bagian dari program yang disponsori oleh negara.

Dikatakan bahwa para pekerja menjalani kehidupan yang sangat keras dan ketat. Mereka dilarang untuk mempraktikkan ajaran agama yang mereka anut dan diharuskan untuk mengikuti kelas bahasa Mandarin.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa Muslim Uighur dilacak secara elektronik dan dilarang kembali ke Xinjiang.

Kementerian Luar Negeri Cina pada Senin (2/3) mengatakan bahwa laporan yang mengungkap pelanggaran hak asasi Muslim Uighur oleh pemerintah tidak benar.

“Laporan ini hanya mengikuti lagkah-langkah AS yang mencoba mencoreng pasukan Cina dalam mengambil langkah-langkah anti-terorisme Tiongkok di Xinjiang,” kata juru bicara Zhao Lijian dalam jumpa pers.

AS memperkirakan lebih dari satu juta Muslim Uighur telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang selama beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari kampanye luas oleh para pejabat Cina untuk memberantas terorisme.

Laman: 1 2 3

close