Dibaca ya...

Bukti Kebaikan di Tengah Keterbatasan, Pedagang Asal Papua Sumbang Satu Noken Sayur Jualannya

31

Berbuat baik bukan masalah mampu atau tidak, melainkan mau atau tidak.

Bacaikhtisar Virus corona telah menyerang hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Di samping hilangnya banyak jiwa, beberapa sektor kehidupan juga menjadi korban, salah satunya adalah ekonomi.

Penerapan sistem karantina di beberapa daerah dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus, namun juga memberi dampak yang hampir sama untuk perekonomian. Pembatasan ruang gerak itu juga membuat masyarakat cukup kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.

Namun justru keadaan itulah yang kemudian memancing munculnya banyak aksi solidaritas, baik kolektif maupun individu.1 dari 2 halaman

Seorang pengguna Facebook bernama Hiswita Pangau membagikan pengalamannya ketika menjadi saksi dari sebuah kebaikan yang membuatnya terkagum-kagum.

Ia terkaget-kaget saat suatu pagi, seorang perempuan datang dengan membawa satu noken besar penuh sayur mayur. Perempuan itu bernama Dessi, seorang pedagang sayur yang biasa berjualan di Pasar Lama Sentani. Ia membagikan barang dagangannya tersebut karena dia sadar akan kesulitan orang-orang untuk mencari bahan pangan di situasi ini.

” Sa trabisa sumbang beras, tapi ko kasih ini tambah e biar dong bisa pake masak, tidak kelaparan, supaya dong traperlu beli sayur di pasar,” ujar Dessi seperti dituliskan oleh Hiswita.

https://www.facebook.com/hiswitha.pangau/posts/2817340945012211

Dengan segala keterbatasannya, yang tidak bisa menyumbang beras ataupun uang, Dessi tetap berusaha untuk membantu sesama. Padahal kondisinya sendiri pun tidak lebih baik. Jualannya tidak seramai biasa karena situasi pandemi ini.

Meski begitu, keterbatasan bukan alasan untuk tidak berbuat baik. Beri apapun yang kamu miliki yang kamu rasa berguna untuk orang lain dengan hati ikhlas, niscaya pemberian itu pun akan diterima dengan baik pula.

Laman: 1 2

close